[ O n e i ]

memandang melihat memperhatikan

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Hydrocarbon Crack System’

KREATIF DI SAAT SULIT; Hydrocarbon Crack System, Alat Penghemat BBM

Ditulis oleh Onei Hercuantoro di/pada September 4, 2008

Sumber : http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=166091&actmenu=36

06/06/2008 08:25:14 KENAIKAN harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tinggi dan menyulitkan warga ternyata memicu seseorang untuk kreatif. Salah satunya orang yang kreatif dalam menciptakan alat penghemat bahan bakar minyak untuk kendaraan bermotor adalah Heri OM. Pria ini menyebut alat ciptaannya itu adalah Hydrocarbon Crack System (HCS).
Saat ditemui KR, di tempat kerjanya, Jalan Pringgokusuman GT 2/612, Kompleks Perumahan BTN, Kota Yogya, Kamis (4/6), Heri OM mengaku, alat ciptaannya mampu menghemat bahan bakar berkisar 50 hingga 90 persen tanpa panas mesin. Alat penghemat BBM ini menggunakan sistem hydrocarbon crack system (HCS) cukup terjangkau dan praktis.
Menurut Heri OM, HCS adalah alat yang dicipta memadukan sistem memecah atom hydrocarbon (bahan bakar premium atau pertamax) menjadi atom hydrocarbon (H2) dan carbon (C) dengan menggunakan pipa katalis yang dipanaskan. Panas luar dari mesin internal combustion (mesin kendaraan), yaitu panas blok mesin maupun knalpot yang mencapai temperatur hingga 400 derajat celcius dimanfaatkan untuk memformulasikan kerja alat.
Cara pengoperasionalan alat tersebut dengan mengisikan 300 cc premium ke dalam botol plastik, yang disalurkan ke intake karburator melalui pipa katalis yang bisa memecah premium menjadi hydrogen rich dan mengisap unsur partikel carbon, sehingga pada knalpot atau gas buang menghasilkan carbon monoksida bisa berkurang secara signifikan dan hydrogen sebagai penambah oktan pada kendaraan tersebut.
“Dengan hydrocarbon crack system anda bisa menghasilkan hydrogen (H2) sampai  3-5 liter per menit H2. Penghematan di sini lebih pada bagaimana memadukan akselerasi tarikan gas untuk menghasilkan tenaga maksimal dengan penggunaan bahan bakar seirit mungkin,” kata Heri. Alat ini   hanya Rp 75 ribu dengan ongkos pasang.                 (Agus Suwarto)-f

Ditulis dalam Energi, Teknologi | Bertanda: , , | 12 Komentar »